Pahlawan Baru Di Indonesia Bagi Kaum Menengah Ke Bawah
Saat menerima kiriman koran Jawa Pos, saya sempat melihat sebuah Tabloid Komputer yakni, Tabloid PC PLUS. Setelah melihat-lihat saya putuskan untuk membelinya, akhirnya saya tidak membaca koran Jawa Pos malah membaca PC PLUS. Saat saya membaca halaman belakang dari Tabloid PC PLUS, ada tulisan menarik yang di tulis oleh BLOGGER yang bernama ADNAN HIDAYAT yakni TENTANG SISI NEGATIF DAN POSITIF DARI PEMBAJAK SOFTWARE. Di situ saudara ADNAN menulis sangat baik sekali dan ada benarnya juga, tapi menurut pendapat saya di dunia ini memang tak lepaslah dari SISI POSITIF maupun SISI NEGATIF. Maka di sini saya akan menulis PLEIDOI khusus untuk Para Pembajak Software, yang di dasari bukan hanya karena motif EKONOMI, tapi juga Sosial Budaya maupun Politik.
Mengapa saya memberi judul demikian karena, di zaman yang serba susah mencari pekerjaan sulit di karenakan sempitnya lapangan tenaga kerja, banyaknya calon GURU yang baru LULUS berebut posisi sebagai PNS, harga-harga SEMBAKO malah naik selangit dan tak terkontrol biarpun harga BBM sudah diturunkan sampai 3 kali, tapi keadaan masih juga tidak normal. Belum lagi tahun 2009 ini akan ada gawe besar yakni, hajatan NEGARA REPUBLIK INDONESIA yang berupa PEMILU. Biar pun banyaknya CALON LEGISLATIF maupun CALON PRESIDEN yang terpilih tetap saja tidak dapat menolong RAKYATnya, yaitu tentang ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI. Sekarang banyak yang tidak berani menggunakan SOFTWARE WINDOWS maupun “teman-temannya” tidak ASLI, dikarenakan banyaknya POLISI entah NYAMAR atu tidak setiap kali datang ke WARNET selalu saja bikin WAS-WAS pemilik WARNET. Ataupun untuk pengguna RUMAHAN tentu KHAWATIR, dan apabila terbukti menggunakan SOFTWARE bajakan maka tak ayal lagi SI Pengguma Komputer pun terkena PASAL Berlapis dan DENDA yang mencapai PULUHAN JUTA maupun MILIARAN RUPIAH.
Kalau sudah begini kita sebagai NEGARA BERKEMBANG tentu repot untuk mengejar ketertinggalan TEKNOLOGI, khususnya TEKNOLOGI INFORMASI. Bagaimana tidak , “lha wong” PEMERINTAH sibuk mencari DANA atau UANG hanya untuk kepentingan DIRI SENDIRI ( KORUPSI ) ini tidak memperhatikan hal seperti ini. PEMERINTAH hanyalah kepanjangan tangan dari KAPITALISME dan tak berdaya menghadapinya. Mungkin tanpa pikir panjang PEMERINTAH menelurkan KEBIJAKAN UNDANG-UNDANG HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL, yang isinya PASAL-PASAL MAUT BAGI PELANGGARNYA. Salah satunya adalah PEMBAJAK SOFTWARE ASLI. Mengapa pemerintah seakan -akan MENCUCI TANGAN dengan tidak memperhatikan bagaimana TEMPE atau BATIK sebagai KEKAYAAN BUDAYA LOKAL bisa jatuh ke tangan ASING ( TEMPE ke JEPANG dan BATIK ke MALAYSIA ), sungguh tragis dan miris ditambah DIPLOMASI INDONESIA tidak punya GIGI.
Tunggu kelanjutannya ??????????????????????
Salam ngeblog!